jabaktangan.com


SUDIRMAN DG. HARUNA (DIMAN): Dari Lorong Buloa ke Mimbar Akademik dan Enterpreneur

 SUDIRMAN DG. HARUNA (DIMAN)

 Dari Lorong Buloa ke Mimbar Akademik dan Panggung Wirausaha*



*MAKASSAR* – Sudirman., S.Sos., M.Si., DG. Haruna yang akrab disapa Diman kini menjadi simbol harapan baru bagi pemuda lorong di Kota Makassar.


Lahir di Ujung Pandang, 05 Februari 1995, Diman tumbuh di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo — kawasan pesisir yang identik dengan pelelangan ikan dan pergudangan. Di lingkungan di mana banyak anak muda hanya tamat SMA, putus sekolah, bahkan bekerja serabutan di pelabuhan, Diman memilih jalan berbeda. Ia membuktikan bahwa anak lorong pun bisa meraih gelar magister, menjadi dosen, dan membangun usaha.


"Saya pernah putus kuliah di Kampus Orange di Makassar karena biaya. Tapi saya percaya, tidak ada proses yang mengkhianati hasil. Kegagalan itu hal biasa," ujar Diman.


Semangat itu mengantarkannya menyelesaikan S1 Sosiologi FISIPOL Universitas Sawerigading Makassar (UNSA) dengan predikat Cumlaude IPK 3.39 (2021) dan melanjutkan S2 Sosiologi di FISIP Universitas Hasanuddin (2024), almamater merah yang mengubah hidupnya.


Darah Pejuang dan Bangsawan yang Merantau


Diman adalah perpaduan dua kultur kuat. Ayahnya, Abdul Rahman DG.Ngerang Puang Bantong, berdarah Bangsawan Bugis Sinjai, Makassar Takalar, dan Mandar, merupakan pensiunan BUMN PT Pos Indonesia yang menetap lama di Tallo. Ibunya, *Sahara DG.Ngintang, berdarah bangsawan Japing-japing Pangkep dan memiliki garis keturunan Ince dari Melayu Minangkabau, Sumatra.


Dari didikan orang tua inilah ia belajar tentang ketekunan dan kehormatan.


*Aktivis Kampus, Relawan Kemanusiaan, dan Penjaga Budaya


Perjalanan organisasi Diman sangat lengkap. Selama S1, ia aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi UNSA, Paralegal UNSA, dan Media Pers Kampus.


Di luar kampus, ia ditempa di *HMI Komisariat YPUP Cabang Makassar* dan *KNPI Kecamatan Tallo*. Jiwa kemanusiaannya membawanya menjadi *Relawan PMI Korps Sukarela (KSR) SAKURA Unit 106 Makassar* dan *Taruna Siaga Bencana (TAGANA)* di bawah Kementerian Sosial yang ditempatkan di Dinas Sosial Provinsi Sulawesi Selatan.


Pengabdiannya diakui warga. Ia dipercaya dua periode sebagai *Ketua Pemilihan Umum PPS (Panitia Pemungutan Suara) Kelurahan Buloa* dalam penyelenggaraan Pemilu.


Kecintaannya pada Makassar membawanya pada peran sebagai *Pelestari Budaya Kota Makassar*, fokus pada Peradaban Kerajaan Tallo dan sosok *Karaeng Pattingalloang*. Ia terlibat aktif dalam pemugaran situs sejarah di Kelurahan Buloa dan Kelurahan Tallo Kecamatan Tallo Kota Makassar.


Selama di Pascasarjana UNHAS, ia membangun jaringan dengan tokoh-tokoh sosiologi. Dua dosen pengampunya, Dr. Iqbal Latief, S.Sos., M.Si (Mantan Komisioner KPU Sulsel) dan Dr. Rahmat Muhammad, S.Sos., M.Si yang merupakan penulis Opini Publik di Tribun Makassar. Dari sinilah Diman membuka jalannya hingga ke Kongres Ikatan Sosiologi Indonesia (ISI) di Yogyakarta 2023 yang diketuai Prof. Dwia A. Tina Pulubuhu selaku Rektor UNHAS waktu itu.


Di kampus merah inilah ia juga dipertemukan dengan jodohnya, *Dr. Hijrah Lail, S.Sos., M.Si akademisi dan mentor penerima Beasiswa LPDP Sulsel yang kini menjadi dosen di Universitas Muhammadiyah Sinjai (UMSI). Keduanya adalah alumni almamater yang sama.


*Dari Dosen Muda ke Sociopreneur*


Saat ini Diman mengemban dua amanah strategis:


1. Ketua Koordinator Bidang Kemitraan dan Kewirausahaan Ikatan Alumni FISIP UNHAS (IKA FISIP UNHAS) Periode 2026-2030*


2. Dosen Muda Sosiologi FISIPOL UNSA Makassar (2026-Sekarang)*


Tidak berhenti di akademik, ia juga membangun ekonomi mandiri melalui *TMN-Florist*, bisnis papan bunga yang kini menjadi *Mitra Resmi di UNHAS, UIN Alauddin, UMI, UNIBOS, dan berbagai Rumah Sakit di Makassar.* TMN-Florist menjadi bukti nyata sosiopreneur yang memberdayakan pemuda lorong.


*Jejak Pendidikan:*

SD Inpres Tallo Tua 1 Makassar | SMPN 37 Makassar | SMA Hang Tuah Makassar | S1 Sosiologi FISIPOL UNSA | S2 Sosiologi FISIP UNHAS


Bagi Diman, lorong bukan batas, melainkan titik berangkat.


 "Lorong bukan batasan untuk meraih gelar. Kita bisa menjadi Pattingalloang-Pattingalloang baru di zaman ini," tutupnya.


*Kontak & Media Sosial:*

*WhatsApp:* 0856-5886-7062

*IG Pribadi:* @_dhiman095

*IG

 Bisnis:* @tmn-florist

*Domisili:* Kabupaten Gowa


No comments

Powered by Blogger.