Kampung Ulama dan Guru Pamancak Yang tersembunyi di Kab. Pangkep
Berikut adalah cerita menarik tentang Kampung Japing-Japing dan tokoh-tokoh penting yang terkait dengannya:
Kampung Japing-Japing, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, merupakan sebuah kampung yang memiliki sejarah yang kaya dan memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan. Kampung ini menjadi salah satu pusat pengajian yang terkenal di Sulawesi Selatan, dan banyak menarik perhatian para pelajar dan ulama dari berbagai daerah.
Kampung Japing-Japing merupakan sebuah kampung yang didirikan oleh para ulama dan guru agama yang berasal dari Arab dan Melayu Minangkabau. Mereka datang ke Sulawesi Selatan untuk menyebarkan agama Islam dan mendirikan pusat-pusat pengajian.
Kampung Japing-Japing menjadi salah satu pusat pengajian yang terkenal di Sulawesi Selatan, dan banyak menarik perhatian para pelajar dan ulama dari berbagai daerah. Kampung ini juga dikenal sebagai tempat yang memiliki banyak ulama, guru agama dan guru Pamancak yang terkenal.
Sejarah Kampung Japing-Japing juga terkait dengan sejarah Kerajaan Gowa, yang merupakan salah satu kerajaan terkuat di Sulawesi Selatan pada masa itu. Banyak dari ulama dan guru agama yang datang ke Kampung Japing-Japing juga memiliki hubungan yang erat dengan Kerajaan Gowa bahkan ada beberapa Tokoh penasehat agama dan panglima perang keraja Gowa-Tallo seperti:
1. Syamsu Alam DG. Mattola KRG. Sumanna ( Panglima tertinggi kerajaan Gowa-Tallo pada zaman Sultan Malikussaid )
2. Abdul Rahim DG. Ngolle KRG.Ta' Barombong ( Alhul Tariqat Naqsabandiyah Mahaguru Sombayya RI Gowa sezaman Tuan Ta' salamaka RI Gowa ).
3. Abdul Rahman DG. Manjarungi iyakumabassung Tumarilalang ( Panglima Perang Kerajaan Gowa )
4. Tuangku Maharaja Lelo Sutan Maharaja Lelo ( Datu' Labbe ) : Datu' Atau Ince Labbe berasal dari Bonjol kerajaan Pasaman Minangkabau kemudian hijrah ke Makassar awal Abad 17.M bertempat tinggal di Salojo Bontonompo Wilayah kerajaan Gowa.
5. Ince Ahmad Anak dari Ince Labbe bernama lengkap Ince Ahmad iyakumabassung DG. Mangambei ( Panglima perang keraja Gowa )
6. I Sumaele alias Ismail KRG. Bontolangkasa Raja Gowa ke.29 ( bersama panglima perangnya Ince Ahmad mengejar serdadu kompeni sampai ke Segeri 1779.M dan meninggal di Kampung Japing-Japing Kab. Pangkep dan pasukannya.
7. Ince Maulana Mappatunru ( Ince Mappa ) iyakumabassung DG. Manjarungi anak dari Ince Ahmad: Penasehat kerajaan Gowa yang hijrah ke Kampung Japing-Japing Kab. Pangkep.
8. Muhammad Said Maulana Lahir di Kampung Japing-Japing Kab. Pangkep Hijrah di Kab. Barru Tanete ( Ulama dari Tanete ) : Anak dari Ince Mappa
9. Rimang DG. Baji bersaudara Muh. Said Maulana Anak dari Ince Mappa. Merupakan Guru Pamancak dari Kampung Japing-Japing Kab. Pangkep
10. DG. To Lalo' Menantu dari Rimang DG. Baji istri dari DG. To Nuna. Merupakan Guru Agama, Guru Pamancak dan juga Tau barani Na Kampung Japing-Japing Kab. Pangkep yang melawan Belanda.
Hingga saat ini, Kampung Japing-Japing masih dikenal sebagai sebuah kampung yang memiliki sejarah yang kaya dan memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan
Pada tahun 1778 M, Sayyid Muhajir Al Aidid, alias I Cokke Manjarungi, alias Karaeng Pepea, Raja Bajeng ke-13, hijrah ke Kampung Japing-Japing. Beliau merupakan salah satu tokoh penting yang berperan dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan.
Di Kampung Japing-Japing, beliau bertemu dengan Ismaele, alias Ismail, Raja Gowa ke-29 1779.M, yang juga dikenal sebagai Karaeng Bontolangkasa. Raja Ismaele memiliki panglima perang yang bernama Ince Ahmad, keturunan dari Kerajaan Pasaman Minangkabau.
Raja Gowa ke.29 ini dan Panglima perangnya Ince Ahmad meninggal di Kampung Japing-Japing Kab.Pangkep bersama Pasukannya melawan Serda Belanda
Ince Ahmad memiliki anak yang bernama Ince Mappa, yang lahir di Kabupaten Galesong. Ince Mappa menjadi ulama berpengaruh di Kerajaan Gowa dan memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam di Sulawesi Selatan.
Selain itu, di Kampung Japing-Japing juga lahir ulama berpengaruh lainnya, yaitu Al Alimul Alamah Sayyid Muhammad Baqir Shiddiq Al Aidid, yang lebih populer dipanggil KH. Tuan Haji Lompoa/H. Tanning Karaeng Majennang.
Di Kampung Japing-Japing juga lahir ulama lainnya, yaitu Muhammad Said Maulana, yang berasal dari Barru Tanete. Beliau menjadi ulama berpengaruh di Sulawesi Selatan dan memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam.
Selain ulama, di Kampung Japing-Japing juga terdapat guru pamancak yang terkenal, yaitu DG. Baji dan DG. To Lalo', yang berasal dari Kampung Japing-Japing. Mereka menjadi guru pamancak yang berpengaruh di Sulawesi Selatan dan memiliki peran penting dalam melestarikan budaya dan tradisi Sulawesi Selatan.
Dengan demikian, Kampung Japing-Japing menjadi sebuah kampung yang memiliki sejarah yang kaya dan memiliki peran penting dalam penyebaran agama Islam, serta melestarikan budaya dan tradisi Sulawesi Selatan. Tokoh-tokoh penting seperti Sayyid Muhajir Al Aidid, Ismaele, Ince Ahmad, Ince Mappa, Al Alimul Alamah Sayyid Muhammad Baqir Shiddiq Al Aidid, Muhammad Said Maulana, DG. Baji, dan DG. To Lalo' menjadi saksi sejarah yang tak terlupakan di Kampung Japing-Japing.

No comments