jabaktangan.com


Sudirman Alias Diman dari Tallo Makassar

Tentang Penulis: Sudirman, S.Sos., M.Si (Daeng Haruna / Diman)

Saya, Sudirman, atau akrab disapa Diman, lahir di Ujung Pandang pada 5 Februari 1995, besar di Kecamatan Tallo, Makassar, tepatnya di Jl. Sultan Abdullah I. Anak kelima dari enam bersaudara, saya tumbuh dalam keluarga sederhana yang penuh perjuangan. Ayah saya hanya tamatan SMA, dan ibu bahkan tidak sempat menyelesaikan pendidikan SD. Namun dari merekalah saya belajar makna keteguhan, kesederhanaan, dan nilai hidup yang luhur. Dari keenam saudara, hanya saya yang menginjak pendidikan tinggi hingga Magister Sosiologi di Universitas Hasanuddin (UNHAS). Dua saudara saya saat ini mengabdi sebagai prajurit TNI AD di wilayah Sulawesi Selatan, membuktikan bahwa dedikasi dan pengabdian bisa muncul dari akar kehidupan apa pun. Saya menyelesaikan pendidikan Sarjana Sosiologi di Universitas Sawerigading Makassar (UNSA) dan melanjutkan ke jenjang Magister sebagai bentuk tanggung jawab intelektual dan sosial. Sebagai aktivis sosial-politik, penulis, dan pegiat budaya lokal, saya meyakini bahwa menulis adalah kewajiban moral dan akademik, terutama dalam mengangkat sejarah lokal yang sering tak terdengar. Pendidikan bagi saya bukan hanya pencapaian pribadi, tapi juga amanah sosial untuk mencerdaskan dan menuliskan kembali sejarah-sejarah yang terlupakan.

Sejak masa kecil, saya aktif di berbagai organisasi sosial dan kepemudaan, dimulai dari:

- SD: aktif di Pramuka  

- SMP: menjadi pengurus OSIS dan anggota Pramuka

- SMA: pengurus OSIS dan Palang Merah Remaja (PMR)

- S1: aktif di Himpunan Mahasiswa Jurusan Sosiologi

 - S2: bergabung dalam Forum Mahasiswa Informasi Sosiologi

Aktivitas organisasi berlanjut di luar kampus:

- KNPI (2018–2019)

- Karang Taruna (2023–2024)

- HMI (2021–2023)

- Palang Merah Indonesia (PMI) (2017–2018)

- Taruna Siaga Bencana (Tagana) (2018–2024)

- Pegiat Budaya Lokal (2022–sekarang)

Saat ini saya tinggal di Kabupaten Gowa bersama istri tercinta yang berasal dari Jeneponto dan berprofesi sebagai dosen di Universitas Muhammadiyah Sinjai. Dari garis keturunan ayah, saya berdarah Makassar Tallo, Takalar Lamangkia Cikoang, Japing-Japing Pangkep, dan Sinjai Timur Tondong, dengan trah langsung dari Sayyid Muhajir Raja Bajeng ke-13, Sayyid KH. H. Muhammad Adam (Deng To' Adam), dan Syekh Abdul Khair (Anre Gurungta KH. H. Ta'bua).

Sementara dari garis ibu, saya mewarisi darah asli Japing-Japing Pangkep (Suku Makassar), dengan silsilah yang kuat dari keturunan Melayu Minangkabau, Riau-Pasaman-Aceh, yang berasal dari Ince Labbe atau Tuanku Maharaja Lelo dan Ince Ahmad panglima perang era Raja Gowa ke-28 I Sumaille Karaeng BontoLangkasa yang di Makamkan di Japing-japing Pangkep, hingga Ince Mappatunru Iyakamabassung Karaeng Mandalle atau di kenal ince Mappa yang dimakamkan di Japing-japing Pangkep bersama istrinya Dengto Mariama atau Dengto Mari anak dari Guru Setta di Japing-japing Pangkep Bin Sayyid Muhajir Raja Bajeng ke.13.

Semua akar sejarah ini memberi saya dorongan kuat untuk menjaga, menulis, dan menyebarluaskan kisah-kisah besar dari kampung-kampung kecil, agar generasi muda tidak kehilangan jejak identitasnya. Inilah bentuk kecil perlawanan saya terhadap kebodohan dan lupa sejarah.






No comments

Powered by Blogger.