Srikandi Rimang Daeng Baji dari Japing-Japing Pangkep
( Gambar haya ilustrasi )
Rimang Daeng Baji: Srikandi Pemberani Pembela Tanah Japing-Japing
Lahir: Japing-Japing Pangkep Tahun 1874
Wafat: Japing-Japing Pangkep, Tahun 1964
Dari jantung Japing-Japing Pangkep, lahirlah seorang tokoh perempuan dengan kisah yang berani dan latar belakang yang sederhana, yaitu Rimang Daeng Baji. Dalam dirinya, mengalir perpaduan darah Bugis-Makassar yang gigih dan keturunan Melayu Minangkabau yang sarat tradisi.
Rimang Daeng Baji lahir di Japing-Japing Pangkep Anak dari Ince Mappa seorang Ulama berpengaruh Kerajaan Gowa dari Galesong yang masih berdarah Minangkabau Melayu.
Penampilan dan Jati Diri Pejuang
Rimang Daeng Baji adalah personifikasi dari Srikandi sejati yang gagah dan anggun. Ia memiliki kulit sawo matang dan tubuh yang ideal serta lentur, hasil dari latihan keras sebagai Guru Pencak Silat Kuntau dari Melayu.
Saat berhadapan dengan musuh, ia tak gentar dan menunjukkan identitas perlawanan yang tegas: ia selalu tampil dalam baju berwarna merah sebagai simbol darah dan semangat menentang penjajah Belanda. Senjata utamanya adalah Badik, senjata tradisional yang mematikan di tangannya.
Ciri khas penampilannya adalah rambutnya yang panjang, namun selalu diikat rapi, menandakan kesigapan dan fokus seorang pejuang. Kombinasi penampilan ini rambut terikat, baju merah, dan badik mengukuhkan julukannya: "Srikandi Pemberani dari Japing-Japing".
Keluarga dan Warisan
Sosok pemberani ini dipersunting oleh DengTo Amala Gallarang Japing-Japing Suami dari Rimang Daeng Baji.
Mereka dikaruniai tiga orang anak, dengan dua yang dikenal adalah Yusuf Daeng Kulle dan DengTo Nuna'
Rimang Daeng Baji bukan hanya pahlawan bagi kampungnya, tetapi juga guru pencak Silat di kampung Japing-Japing pangkep dan memiliki banyak murid disana. Salah satu murid utamanya adalah menantunya sendiri, Lalo Daeng Silele (sapaan akrab: DengTo Lalo), yang merupakan suami dari anak ketiganya, DengTo Nuna.
Rimang Daeng Baji bersama Suaminya DengTo Amala Gallarang Japing-Japing
dimakamkan tempat kelahirannya di Kampung Japing-Japing Kelurahan Bontolangkasa Kecamatan Minasatene Kabupaten Pangkep.
Melalui murid dan keturunannya, semangat, keahlian, dan keberanian Rimang Daeng Baji akan terus hidup melampaui masanya. Kemudian di warisakan oleh Menantunya DengTo' Lalo Suami dari DengTo' Nuna'.

No comments